
Himpunan mahasiswa staiha Bawean khususnya program studi pendidikan agama Islam telah melaksanakan kegiatan pelatihan menganyam, ini merupakan salah satu program kerja HIMA PAI dalam divisi minat dan bakat yang dimana Lidia Rusdiana (mahasiswa semester 2) sebagai Koordinatornya. kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 28 Februari 2021, bertepatan pada hari Ahad, tepatnya di Dusun Padeng laok, Desa Gunung Teguh, Kecamatan Sangkapura. Pelatihan menganyam ini bertujuan agar mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam menganyam, selain itu juga agar mahasiswa senantiasa melestarikan dan menjaga budaya Bawean salah satunya dengan belajar proses penganyaman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PAI walaupun tidak banyak tetapi tidak mengurangi rasa semangat teman-teman pengurus HIMA untuk terus membuat kegiatan yang dasarnya hanya ingin menjaga kekompakan dan solidaritas teman-teman PAI. Terlihat dalam foto ketua HIMA demisioner 2018-2019 dan sekretaris umum demisioner 2019-2020 juga ikut andil dalam kegiatan ini.



Dari jam 08.30 kita berkumpul dirumah lidiya sambil menanti mahasiswa yang lain dan persiapan untuk ke tempat penganyaman. Setelah semua berkumpul kurang lebih jam 09.30 kita berangkat ke tempat penganyaman dan sampai disana kami mempersiapkan apa yg akan di bawa untuk pengambilan daun pandannya ke sungai. Disana ditemani juga oleh orang yang nantinya akan mengajarkan bagaimana proses pembuatan anyaman. Kita mengambil daunnya ditepi sungai, lalu kembali ke tempat penganyaman untuk menganyamnya. Setelah itu lanjut proses nolange pandan, artinya membuang tulang bagian tengah daun pandan dengan menggunakan pisau. Lanjut dengan proses ngadheris yang artinya membuang bagian duri tepi daun pandan dengan menggunakan benang tangsi dan dijemur kurang lebih 30 menit. Setelah itu proses pelemasan daun dengan

menggunakan bambu yang sudah dicetak persegi, selanjutnya direbus sampai warnanya kecoklatan dan didinginkan dengan air biasa selama 1 malam. Setelah itu daun pandan dijemur sampai daun berubah warna putih dan benar-benar kering, kemudia pelemasan lagi. Pelemasan daun pandan dilakukan 3 kali, yang terakhir dilakukan setelah daun direndam dengan air dan dibungkus dengan kain agar mengembang kemudian dijemur lagi sampai kering, barulah pelemasan yang terakhir dilakukan. Bisa ditambahkan pewarna jika ingin daun berwarna warni, pewarnaan sendiri berasal dari bahan alami, seperti kunyit jika ingin warna kuning, pucuk daun jati jika ingin warna merah, lumpur jika ingin warna hitam, dan lain-lain. setelah itu barulah proses penganyaman dan butuh waktu sekitar 1 minggu dari awal proses pengambilan daun pandan sampai daun bisa dianyam.
Penganyaman sendiri ada tekniknya seperti duduk ngonjhur (bahasa bawean) seperti yang ada digambar, dan penganyaman sudah bisa dimulai. Meskipun kelihatannya mudah tapi jika tidak teliti dan sabar maka tidak akan mudah membuat anyaman, karena butuh ketelitian dan kesabaran yang ekstra. Dari kegiatan ini banyak pelajaran dan pengalaman baru yang bisa diambil. Budaya harus dijaga, kalau bukan yang muda siapa lagi?.
