Peningkatan Kompetensi Guru Madin Dalam Pengelolaan Pendidikan

Bawean, Ahad 15 Desember 2024 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri (STAIHA) Bawean sukses menggelar seminar bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru Madin dalam Pengelolaan Pendidikan” di Aula Lt. 4 Kampus STAIHA Bawean. Acara ini dihadiri oleh seluruh Mahasiswa Program  Madrasah Diniyah (Madin), mahasiswa PAI regular dan berbagai tokoh masyarakat yang peduli terhadap pengembangan pendidikan Islam di wilayah Bawean.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para guru Madin dalam mengelola pendidikan, baik dari segi kurikulum, strategi pembelajaran, maupun manajemen lembaga pendidikan berbasis Islam. Dalam Perayaannya, Ketua STAIHA Bawean, Abdul Halim, Lc., M.HI , menyampaikan pentingnya peran guru Madin dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang mendalam.

“Guru Madin adalah ujung tombak dalam pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi mereka sangat penting agar mereka mampu mengelola pendidikan secara efektif dan sesuai dengan tantangan zaman,” ungkapnya.

Acara seminar menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Izul Herman M.Pd.I (Kaprodi PAI) , Kaprodi PAI STAIHA, dan Nurul Huda, M.Pd.I, Dosen Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Materi yang disampaikan meliputi strategi inovatif dalam pembelajaran agama Islam, optimalisasi pengelolaan lembaga Madin, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Dalam salah satu sesi, Dr. Izul Herman M.Pd.I menjelaskan bahwa Peningkatan kompetensi guru Madrasah Diniyah (MADIN) dalam pengelolaan pendidikan merupakan langkah kunci dalam menjawab tuntutan zaman dan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Melalui penguatan kompetensi pedagogis, profesional, kepribadian, dan manajerial, guru MADIN dapat berperan lebih efektif dalam mendidik generasi yang cerdas secara spiritual dan intelektual. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak menjadi pendorong utama untuk mewujudkan lembaga pendidikan MADIN yang unggul dan berdaya saing. Pentingnya guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga proses pembelajaran di Madin tidak hanya berfokus pada tradisi tetapi juga relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Sementara itu, Nurul Huda, M.Pd.I memaparkan langkah-langkah strategi dalam memperbaiki tata kelola lembaga pendidikan Madin agar lebih terstruktur dan efisien.

Seminar ini juga menjadi ajang diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, di mana para guru Madin menyampaikan tantangan yang mereka hadapi dalam pembelajaran, seperti keterbatasan fasilitas, minimnya pelatihan, dan rendahnya tingkat literasi teknologi di kalangan guru. Para narasumber memberikan solusi praktis dan motivasi untuk terus berinovasi dalam mengatasi kendala tersebut. Seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan peserta, serta foto bersama seluruh peserta seminar. Acara ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala oleh STAIHA Bawean. Semoga melalui seminar ini, para guru Madin semakin terampil dan berdaya guna dalam mengelola pendidikan Islam yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing. STAIHA Bawean terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan agama Islam di Pulau Bawean.