Jejak Leluhur sebagai Inspirasi, Bakti Sosial sebagai Aksi

Dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1447 HijriyahDivisi Keagamaan dan HUMAS Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMA PAI) Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean mengadakan kegiatan Ziarah Kubur dan Bakti Sosial pada Minggu, 29 Juni 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Jejak Leluhur sebagai Inspirasi, Bakti Sosial sebagai Aksi”, bertujuan untuk menghidupkan nilai-nilai spiritual, menghormati jasa para leluhur, serta berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

Rute dan Rangkaian Kegiatan

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan rute ziarah sebagai berikut:

  1. Makam Maulana Umar Mas’ud (Sangakapura)
    • Diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama dipimpin oleh ketua divisi keagamaan.
    • Penyampaian sejarah singkat perjuangan Maulana Umar Mas’ud dalam menyebarkan Islam di Bawean.
  2. Makam K.H. Hasan Jufri (Lebak)
    • Ziarah dilanjutkan ke makam K.H. Hasan Jufri, disertai refleksi bersama.
    • Pembacaan tahlil dan doa nersama.
  3. Makam Jujuk Tampo (Pudakit Barat)
    • Mahasiswa mendengarkan kisah keteladanan Jujuk Tampo sebagai tokoh lokal yang berjasa.
    • Membersihkan area makam sebagai bentuk penghormatan.
  4. Waliyah Zainab (Diponggo)
    • Ziarah terakhir di makam ulama perempuan Bawean, diiringi doa untuk keselamatan umat.

Bakti Sosial: Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Usai ziarah, peserta melanjutkan agenda bakti sosial dengan:

  • Pembersihan lingkungan sekitar makam.
  • Menyumbang alat-alat kebersihan dan buku yasin dan tahlil

Tujuan dan Harapan

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan spiritual mahasiswa dengan sejarah Islam Bawean, tetapi juga mengajarkan kepedulian sosial melalui aksi nyata. Ketua HIMA PAI dalam sambutannya menegaskan:
“Meneladani leluhur bukan hanya dengan ziarah, tapi juga melanjutkan perjuangan mereka melalui karya dan bakti untuk masyarakat.”

Penutup

Acara berakhir pukul 14.30 WIB dengan doa bersama dan foto dokumentasi. Pengurus HIMA PAI berharap kegiatan ini dapat:

  1. Memperdalam kesadaran sejarah keislaman di Bawean.
  2. Memupuk jiwa sosial mahasiswa melalui aksi konkret.
  3. Menjadi tradisi tahunan HIMA PAI yang berkelanjutan.

“Mengenang yang telah berpulang, menginspirasi yang masih berjuang.”