RAMADHAN BERKAH: Himpunan Mahasiswa PAI berbagi bersama para korban Gempa, Anak Yatim & Dhuafa.

Sabtu, 06 April 2024- Safari Ramadhan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh HIMA PAI setiap tahun pada bulan Ramadhan. Kegiatan safari ramadhan biasanya diisi dengan acara khatmil Qur’an serta kultum di suatu daerah tertentu. Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada kaum dhuafa dan anak yatim di pulau Bawean. Akan tetapi untuk safari Ramadhan tahun ini sedikit berbeda, HIMA PAI lebih memfokuskan pada kegiatan pembagian sembako untuk korban gempa. Kegiatan safari ramadhan tahun ini berubah dari konsep awal dikarenakan melihat kondisi yang belum memungkinkan untuk melakukan safari ke masjid-masjid. Acara pembagian sembako ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa PAI terhadap masyarakat sekitar, terutama kepada masyarakat yang terkena dampak gempa.

Untuk melaksanakan kegiatan ini, HIMA PAI mengadakan iuran kepada warga HIMA berupa uang dan beras. Di samping itu terdapat sejumlah donatur yang mendermakan sebagian rizkinya melalui HIMA PAI untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak. Karenanya kami HIMA PAI menyampaikan banyak terimakasih kepada Ust. Bisri Ibrahim di Malaysia, bapak Nadi Firdaus di Brunai dan Ibu Faria Ulfa di Gresik.

Kegiatan pembagian sembako ini dilakukan sebanyak 2 tahap. Tahap pertama sebanyak 100 paket sembako yang diberikan kepada para korban gemba di daerah-daerah yang letaknya jauh dari kampus, yaitu Prapat Tongghel, Dedawang, Teluk Jati, Sumber Lanas, Pekalongan, Kalompang Ghubug, Pajinggahahan dan Keppuh. Sedangkan sisanya seperti daerah Rabe, Lebak, Posel, Songai Terus dibagikan pada hari ke 2. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PAI dan mahasiswa PGMI.

Pada tahap kedua terdapat sebanyak 48 paket sembako, sehingga total ada 148 paket sembako. Sembako ini diberikan kepada warga yang membutuhkan, seperti anak yatim, kaum dhuafa dan terlebih kepada warga yang rumahnya hancur akibat gempa. Penerima bantuan ini dapat dirincikan sebagai berikut: 85 orang korban gempa, 25 anak Yatim dan 40 kaum Dhuafa.

Diantara penerima sembako dari golongan korban gempa adalah  bapak Ritbi (Dsn. Rabe), dimana kondisi rumahnya rusak parah (hancur total). Sedangkan untuk makan sehari-hari ia sering menerima makanan dari tetangganya. Penerima sembako untuk anak yatim, salah satunya yaitu sila (Dsn. Posel) ia merupakan anak yatim piatu dua bersaudara (Nizam, kakak dari Sila) yang saat ini diasuh oleh kakeknya yang sudah berusia lanjut. Sedangkan penerima dari kalangan Dhuafa ibu Sahati (Dsn. Pajinggahan), beliau merupakan janda yang sudah berusia lanjut dan hidup sendirian.

Tinggalkan Balasan