Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam di Pulau Bawean- Dr. Nur Syarifuddin, M.Pd

Minggu, 16 Januaro 2022- Prodi PAI Kembali agendakan kegiatan dosen di luar perkuliahan. Dalam hal ini Dr. Nur Syarifuddin selaku motor kegiatan membawakan tema sejaran pemikiran dan peradaban islam di pulau bawean. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Al Atiq milik Pondok Pesantren Hasan Jufri. Agenda ini menjadi kegiatan di luar perkuliahan bagi Bapak Dr. Nur Syarifuddin. namun demikian acara dihadiri oleh seluruh mahasiswa PAI dan seluruh santri Ponpes Hasan Jufri. Islam adalah agama toleran, dibawakan oleh Rasulullah saw., yang menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin). Dengan demikian, agama menghargai hadirnya keberagaman pemikiran yang muncul di masyarakat.

Pada sambutannya, Ustadz Suruji Nuh. selaku pengurus pondok, menyampaikan pesan Rasulullah saw. terkait posisi majelis ilmu atau zikir yang disandingkan dengan taman-taman surga. Meskipun tema pembahasan beragam, semua tajuk menunjukkan gerakan pemikiran dan peradaban Islam yang saling berhubungan. “Apa yang kita lakukan malam ini adalah meneruskan warisan Rasulullah dengan mengkaji, karena hakikatnya apa yang kita kaji itu sesungguhnya adalah Alquran,” tuturnya. Menurutnya, forum ilmiah tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan ilmu. Status ilmuwan (‘alim) sendiri, menurut hadis, lebih tinggi daripada seorang hamba (‘abid). 

“Kita mengasah kemampuan ilmiah kita. Kehidupan yang menentukan itu adalah seorang pemikir. Laju kehidupan itu yang menggerakkan itu pemikir, akademisi, filsuf, yang lain mengikuti gerakan para akademisi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan